'Hi var tU=document.getElementsByTagName('li')[0].childNodes[0].innerHTML; tU=(tU.toLowerCase()=='multiply')?'guest':tU; document.write(tU);!! Thanks For Visiting My Little Corner!!'
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

body {background: url(http://www.lasalbay.com/yulien/images/white.jpg); ) fixed}.itemboxsub { background:#000000; color: #ffffff;border:#000000; font:#ffffff 12px Tahoma; } .itembox { background-image:url(http://www.lasalbay.com/yulien/images/white.jpg); color :#000000; border:#000000;border-top:none; top; font-color : #000000; font-style:normal;font-variant:normal; font-weight:300; font-size:12px;text-align: justify;} .itemboxalbum { background:white;color:black;border: #000000; font: #666666 bold 12px tahoma;position: static fixed; } .railbody { position: relative;background: transparent none;color: #333333;font-family:TAHOMA;padding: 0 15px 0 15px;font-size: 12px; border: none;} a.toptsel, a:visited.toptsel {display: inline;background:url(http://www.lasalbay.com/yulien/images/white.jpg) ; border: #000000; background-color: #000000; font size: 15; color: #ffffff;} h1#page_owner_title {background: transparent none;} a.topt, a:visited.topt {border: #000000; border-left : none;background:url(http://www.lasalbay.com/yulien/mulitply/white.jpg); ); color: black;} a.gnoptsel, a:visited.gnoptsel {background: none;color:black} div#ownedfooter {background-color: transparent; border: 1px none black;color: black; border: 1px none #000000;color: #ffffff;} .railstart {background: none no-repeat bottom left;} .railsep {background: none;} .railend {background: none;} div#subnav {background: none repeat-x bottom;} div#ownedheader {background: none;background-color: transparent;} a:link {color:#000000 } a:visited {color:#000000 } a:hover {color:#000000 } a:active {color:#000000}.userlogo{background-color:#ffffff }

Tony's posts with tag: hotspot

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag hotspot

Rasanya kata hotspot sudah tidak asing lagi bagi sebagian besar telinga anda. Kaum professional, mahasiswa, internet junkie, maupun karyawan super mobile dengan waktu kerja lebih banyak di luar kantor tentunya sudah akrab tentang hotspot. Malah ada kebiasaan tertentu diantara beberapa pengusaha beken, bila tidak melakukan negosiasi maupun meeting penting dengan klien di lokasi hotspot rasanya jadi hambar. Hotspot secara sederhananya adalah suatu area di mana internet dapat diakses dengan perangkat (gadget) yang telah berteknologi Wi-Fi (Wireless Fidelity). Dengan demikian, akses internet nirkabel dapat dinikmati. Disebut nirkabel karena koneksi antara penyedia jasa internet dan pemakainya tidak tersambung dengan kabel melainkan melalui gelombang radio. Saat ini telah banyak beredar Personal Digital Assistance (PDA), dan notebook yang telah mendukung standar protokol Wi-Fi 802.11b dan 802.11a. Untuk protokol 802.11b berada pada frekuensi 2,4 GHz sedangkan 802.11a pada frekeuensi 5 GHz. Beberapa vendor ponsel sendiri juga mulai berbenah dengan menyisipkan fasilitas ini dalam produk unggulannya, salah satunya adalah Nokia Seri Communicator 9500. Melalui hotspot, komunikasi data maupun suara dapat dilakukan dengan lebih cepat dan mudah. Di Indonesia teknologi Wi-Fi sudah mulai banyak digunakan. Salah satunya adalah pada kejuaraan bulu tangkis Thomas Cup dan Uber Cup 2004. Banyak wartawan asing yang merasakan kemudahan dengan adanya teknologi ini. Mereka tidak perlu bolak-balik ke ruangan wartawan. Cukup duduk di tribun pertandingan berbaur dengan penonton. Sambil menonton mereka pun mengetik laporan dengan notebook-nya. Selesai pertandingan berita yang sudah jadi langsung dikirim lewat internet. Berita peristiwa Pemilihan Presiden tahun 2004 lalu juga dapat dinikmati secara update oleh para kuli tinta untuk kemudian dikirim ke kantornya masing masing berkat hotspot ini. Di Indonesia sendiri khususnya kota besar seperti Jakarta, sejauh ini yang paling bisa dinikmati dari hotspot adalah kecepatannya. “Untuk download data berkapasitas besar, misalnya, bisa cukup cepat. Sayang, jangkauannya masih terbatas, belum ada yang outdoor atau seluas seperti di luar negeri.” ujar Amin, salah satu konsultan mediainteraktif.

Diminati oleh banyak penduduk dunia

Saat ini memang teknologi Wi-Fi sedang diminati oleh banyak penduduk dunia, sehingga tidak heran kalau pembangunan sarana infrastrukturnya pun berlangsung cepat. Salah satu perusahaan periset teknologi informasi terkemuka, Gartner, memprediksi jumlah kawasan hotspot akan terus meningkat. Untuk tahun 2004 lalu ada lebih dari 71.000 lokasi yang mencakup 48 negara. Padahal di tahun 2002, kawasan hotspot yang tersedia baru sejumlah 14.000 unit saja. Kecepatan Wi-Fi secara teknis mencapai 11 Mbps, jika bandingkan dengan teknologi broadband internet ADSL Telkom Speedy (512 Kbps), kira kira 22 kali lipatnya. Saat ini, di berbagai kota besar di Indonesia, teknologi hotspot ini sudah dapat dinikmati. Sebagian besar hotspot memang baru dapat diakses di area publik dalam ruang, seperti kafe-kafe di sejumlah mal besar dan hotel-hotel berbintang saja. Hal ini bagi para penggunanya dirasakan belum begitu mendukung aspek mobilitas yang diharapkan. Belum lagi kalau ternyata petugas kafe yang ditanyakan tidak paham cara setting untuk Wi-Fi ini. Salah satu tempat yang sudah ter-cover hotspot secara keseluruhan adalah Cilandak Town Square di Jakarta Selatan, dan sejumlah kampus seperti UPH, Binus dan ITB. Sementara itu di Plaza Senayan sendiri, sebagian besar sudah dilengkapi dengan area hotspot. Sejumlah kafe beken seperti Cafй Oh La La, Starbucks Cafй, dan Coffee Bean Cafй, hampir kesemua cabangnya telah dilengkapi dengan fasilitas hotspot ini. Beberapa airport di Indonesia juga semakin menarik dengan hadirnya area hotspot ini. Bandara Soekarno Hatta, bandara Ahmad Yani dan bandara Ngurah Rai merupakan beberapa contoh nyatanya.

Ada yang gratis, ada pula yang bayar

Menikmati kecanggihan hotspot maka tentunya tidak luput perhatian kita dari seberapa besar biaya yang dikeluarkan untuk ber-hotspot ria. Saat ini ada 2 macam layanan hotspot yang bisa kita nikmati, yaitu gratis atau bayar via voucher maupun berlangganan. Salah satu tempat gratis yang banyak dipakai oleh mahasiswa untuk ber-hotspot ria adalah area kampus UPH (Universitas Pelita Harapan). Di beberapa kampus lain seperti ITB, fasilitas hotspot dilengkapi dengan login khusus untuk mahasiswa dan tenaga pengajarnya. Untuk anda yang doyan belanja barang elektronik, BEC (Bandung Electronic City) juga menjadi arena yang asyik untuk surfing sambil melihat-lihat dan berbelanja gadget idaman anda. Sementara untuk jalur yang tidak gratis alias membayar, anda dikenakan biaya Rp. 12.500,- per jamnya (dalam bentuk pembelian voucher prepaid) atau Rp. 10.000,- per jam (secara berlangganan). Layanan tersebut sendiri diusung oleh Indosat M2. Sejumlah provider lainnya seperti Rad Net, CBN, Melsa, dll belum ada yang memberlakukan model voucher seperti Indosat. Terlepas dari tingginya kecepatan Wi-Fi yang bisa dipakai dalam hotspot, saat ini infrastruktur internet broadband Indonesia masih terhalang oleh rendahnya kecepatan yang disediakan. Dari 11 Mbps jalur yang tersedia pada hotspot, belum semuanya bisa dimanfaatkan, paling besar hanya 512 kbps yang dimanfaatkan. Kecuali pada beberapa jaringan internet yang telah memakai teknologi Satelit sebagai tulang punggung (backbone) layanan hotspotnya. Wi-Fi sendiri sebenarnya sudah dikembangkan penggantinya. Teknologi baru ini disebut Wi-Max (Worldwide interoperability for microwave access) dengan kode protokol 802.16 dan kecepatan maksimum 75 Mbps (hampir 7 kali kecepatan WI-Fi). Jika Wi-Fi jangkauannnya cuma 100 meter, maka Wi-Max mencapai 7-10 km, sangat cocok dikembangkan di daerah kota metropolitan maupun di kota kota yang secara geografis sulit dilayani jaringan kabel. Nah, dari beberapa area hotspot yang telah ada sekarang, sudahkah anda mencobanya? Selamat menikmati teknologi internet nirkabel.

*Gambar diambil dari koleksi foto sendiri (Lokasi Starbucks PS)*



© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help